Mimpi Indah

MIMPI INDAH

 

mimpiku

            dan

mimpimu

berterbangan

bagai

kunang-kunang

menyalakan      lampu-lampu

di kota

yang murung

 

Pekanbaru 2004

 

 

Pledoi Rumput

Kami telah meletakkan kesedihan, seperti daun-daun tua gugur, tak menggoreskan luka pada pohon. Dan bila kami senantiasa tersenyum dalam rasa sakit, itu janji abadi tumpukan daun menyuburkan tanah, yang tak pernah menyalahkan waktu. Rumput setia bertunas dan diberantas, setulus itu kami menyerahkan jiwa dalam siksa, sebab cinta bukan pohon anggur. Kami memilih bahagia diasingkan, setenang kebun bunga tanpa gulma, sebab orang benar selalu terhina di tanah sendiri. Kami telah melepaskan hak mendapat berkat tanah seperti mawar, sebab teratai telah dipilih Sang Welas Asih. Juga kematian telah kami akrabi sebab tak akan gugur cinta diguncang ajal, takkan habis keajaiban Kidung Agung, takkan runtuh kekekalan Miao Shan.

Siantar, Juni 2008

MATA BULAN

malam
merajut cahaya
di matamu

malam
merajut bulan
jadi matamu

bulan di matamu
membasuh luka
di hatiku

10 Juni 2008, 01.05 WIB

« Tulisan sebelumnya