Jika Hatimu Sunyi

Jika hatimu sunyi,

masih mengalir sungai di mataku.

Kunjungi riaknya,

bawa sedihmu, juga joran pancing.

Kail segala yang hilang di situ.

 

Pekanbaru, 2005

 

 

17 Komentar

  1. Nesia! berkata,

    Mei 10, 2008 pada 1:18 am

    memang pintar kalilah lae memancing dia. bukannya justru hanya dia, “sesuatu” yg hilang dari sungai itu?

    ps: menyerahkan diri pada rasa sakit masih lumayan. kek mana pula yg sudah kecanduan rasa sakit, lae?

  2. yati berkata,

    Mei 10, 2008 pada 6:26 am

    bener? boleh?
    ma kasiiiih…

    *bawa pancing ma buku :d

  3. meiy berkata,

    Mei 12, 2008 pada 2:15 am

    wah baru tahu aku bisa mancing di mata bang hehe…
    puisimu dan idenya, apa ya, diksinya kok keren2 amit yah, ngiri deh :)

  4. fr3nix berkata,

    Mei 12, 2008 pada 7:20 am

    banyak ikannya tuh…. he10x
    becanda

  5. hanggadamai berkata,

    Mei 12, 2008 pada 9:05 am

    wew diriku gak ngerti maksudnya :cry:

  6. Serina Rajagukguk berkata,

    Mei 13, 2008 pada 3:27 pm

    Wah, bagus2 puisinya… Yang ini aku suka banget. Love it!!

    Tapi kenapa matamu bersungai? Hatimu sunyi jugakah? Lalu ketika hatimu sunyi, riak siapa yang meneduhkannya?

    Salam kenal, ya…

    Serina

  7. azaxs berkata,

    Mei 14, 2008 pada 4:08 am

    Yup.. apapun akan kita lakukan asal orang lain merasa senang….

    btw gimana kabare mas? dah lma g mampir ke sungai ini….

  8. RhyzQ berkata,

    Mei 14, 2008 pada 5:36 am

    kita bisa menjadi tempat berkeluh kesah, itulah cinta.

    sajaknya luar biasa bang panda :)

    suatu hari aku mau pinjam. mungkin di bulan juli mendatang aku pasang di blogku. mohon ijin sebelumnya. salam.

    ***** Makasih banyak atas apresianya. Silahkan…

  9. wiwite berkata,

    Mei 14, 2008 pada 9:13 am

    memang jika kita masih punya sahabat yang mau menerima dengan cinta pasti semua gundah dihati akan bening, sebening matamu memandang, we..e..e ;)
    tapi benar jika punya sahabat seperti anda pasti, menyenangkan….

  10. tobadreams berkata,

    Mei 14, 2008 pada 3:36 pm

    Pas jorannya diangkat, dapatnya secarik kertas, ada tertulis di situ :

    AWAS JANGAN DIBANTING, BARANG MUDAH PECAH

    hehehehehehe…..

    apa kabar Lae ? Lama sekali tak berkunjung ke sini, ternyata Lae masih di sungai yang sama. Mengarus dalam kegairahan yang bergelombang. (aku nekad nih, sok puitis di “pabrik puisi” ;)

  11. BanNyu berkata,

    Mei 15, 2008 pada 12:51 am

    Dalem banget mas … sip sip sip

  12. antown berkata,

    Mei 15, 2008 pada 12:58 am

    saya bisa buat puisi nunggu kalo jatuh cinta :)

  13. nirwan panggabean berkata,

    Mei 15, 2008 pada 3:30 am

    Horas…
    Salam kenal L:ae..puisinya bagus, memancing perasaan…he..he..he..
    Terima kasih
    Nirwan anggabean - Bahamas

  14. hilda berkata,

    Mei 15, 2008 pada 8:13 am

    aduh,,ga ngerti nih.
    artinya apa sih? maklum aja,,nilai sastra gw selalu jelek

  15. hafidzi berkata,

    Mei 15, 2008 pada 8:39 am

    Poetry nya Bersih…. :D

    suka ****

    slm knl,
    -Egypt-

  16. kaudanaku berkata,

    Mei 15, 2008 pada 8:41 am

    weks….puisinya keren nih. kapan2 boleh pesan satu buat bayiku bang? hehehe…..

  17. Balisugar berkata,

    Mei 16, 2008 pada 11:33 am

    Dimana ikanya tinggal ?

Tulis sebuah Komentar