Kamar Pengantin

dinding kamar memampangku
sebagai lelaki tua pemanggul cangkul
pematang sawah menggariskan sunyi

kutatap tubuhmu agak membungkuk
bakul nasi dan termos air di punggung
melangkah lamban mengeja matahari

“suami, jangan ajari aku menderita!”
suaramu menunjuk foto terpajang

dinding kamar memampang kita
sebagai bocah bermain dengan kolam
rumah megah bertaman sarat bunga

usai berendam anak-anak itu
tanganmu menyuap keju ditutup susu
aku menangis di halaman koran pagi

“suami, berhentilah bermimpi!”

Siantar, 23*10*07

KAU TIDAK AKAN MENGERTI

Inilah kesimpulanku. Tentang semua hal. Tentang semua yang tak kau suka. Tentang semua yang kau suka. Juga tentang tanya yang melindap di pikiranmu, ihwal apa sebenarnya konklusi kacau ini. Aku sedang membicarakan banyak hal, tapi aku tidak ingin bicara apapun. Inilah kesimpulanku: KAU TIDAK AKAN MENGERTI.

Sajak Perpisahan

SELURUH DAUN

B

E

R

G

U

G

U

R

A

N

DARI

RANTING

RANTING

SESUNYI APA POHON ITU TUMBUH DI HATIMU?

*****

« Tulisan sebelumnya