Kamar Pengantin
Mei 29, 2008 pada 4:20 pm (BUNYI JIWA, P U I S I)
dinding kamar memampangku
sebagai lelaki tua pemanggul cangkul
pematang sawah menggariskan sunyi
kutatap tubuhmu agak membungkuk
bakul nasi dan termos air di punggung
melangkah lamban mengeja matahari
“suami, jangan ajari aku menderita!”
suaramu menunjuk foto terpajang
dinding kamar memampang kita
sebagai bocah bermain dengan kolam
rumah megah bertaman sarat bunga
usai berendam anak-anak itu
tanganmu menyuap keju ditutup susu
aku menangis di halaman koran pagi
“suami, berhentilah bermimpi!”
Siantar, 23*10*07